Jumat, 15 September 2017

Teruntuk Sang Pejalan Kata (Nurel Javissyarqi)

Awalludin GD Mualif
sastra-indonesia.com

I
Sebut namanya Nur bersambung Rel
Pencari relung-relung terdalam kata
Pemungut serpihan-serpihan masa
Perangkai bunga-bunga bahasa
Ketakutan sewujud mitos baginya
Bersandar keyakinan mencoba menjinakan bahasa berkelindan kemabukan
Nafasnya melantunkan tikaman-tikaman gelisah
Menggeliyat saat pandang mata menatap beda sebuah peristiwa
Nur mewujud Rel memangku gerbong-gerbong tua berisi tumpukan makna
Dibawahnya beranjak dari stasiun jiwa mengkoyak pandir nalaria semesta,
Hingga terhamparlah pada lembaran-lembaran bernada tanya
Menggemalah nada sumbang bagi jiwa-jiwa bimbang
Rel menjadi Nur menghantar para musafir kata
Dari alam kesunyian menggelapkan jumawa ke pelimbahan sepi mengasyikan
Ia senantiasa resah dalam jalanya
Meski jalanan masihlah sama
Menurun di hilir penuh warna
Nur ialah Rel
Lilin panjang di tengah sorotan lampu-lampu kota.

II
Rambut ikal mengelombang gugur teriris kasih belaian jiwa
Mengayuh hidup memecah sepi
Tungku dapur tua berasap, masihlah terjaga
Melarut di mimpi-mimpi yang tak lagi nyata.

III
Terlihat jutaan kata, bahkan lebih terpampang di alam fana
Sedikit rasa memetiknya, menurun dalam gelaran makna
Bukan kata yang memakna, jiwalah penuntunya
Para pejalan terus berjalan di jalur jalan kata.

IV
Oh......sangkakala kata yang mengkoyak batu cadas kehidupan manusia
Menjejal diantara kebekuan nalar
Memberi cahaya di gelap jiwa, menghempaskan gulita
Kata adalah cahaya.

V
Bila putaran roda waktu berhenti di garis sejarah
Kata tetap berputar pada porosnya
Sang pejalan kata bukanlah parade badut
Ia lah pembawa obor cahaya
Membaginya secercah, menerangkan dunia
Membawa kabar-kabar keabadian.

VI
Di setiap jejakan waktu
Pejalan kata tumbuh berganti masa
Menelusupkan cahaya melewati aliran darah manusia
Semesta menerima nuansa
Dendang Sesal Pada Sunyi.

VII
Aku melihat ia iba pada selembar bulu yang koyak
Tetapi lupa pada burung yang sekarat
Karena terbiasa mencium tangan sang tuan
Yang memasung jiwa
Kodrat jiwa sejati dihempaskannya dalam lubang kelam.

VIII
Pahlawan mematung di lingkaran tragedi
Mengembus nafas akhir di atas gelanggang
Bukanlah nyata korban kesengsaraan, yang terperosok perlahan
Ke haribahan maut
Dalam kesunyian penjara jiwa.

IX
Kalam masih menghamba alam
Lihatlah jalannya fajar menjemput subuh
Para malaikat turun membawa salam
Kerumunan semesta melimpah di lautan asa
Ya Allah...

X
Wahai Nur ...
Butiran debu menyatu pada setiap dinding jiwamu
Kasat mata tak lagi melihatnya
Atau, melihat yang tak terlihat
Lalu kirab kejumuddan dipertontonkan
Bukanlah warna yang sesungguhnya.

XI
Dukanya duka sekalian mahluk
Melumpuh daya mengeja peristiwa
Memusat pada ruang hampa
Diam jugalah kata-kata
Derunya menyayat-nyayat jiwa.

XII
Aku kan tegak meski hati melayu
Mencari sisa-sisa daya yang tak kutahu,
Seketika membuta
Ingin pergi darinya pada saat malam
Namun gelap menyekap naluria.

XIII
Nurel menghilang di padang terang
Silau cahayanya tak kunjung musnah
Kini tak terlihat lagi jejakan cerita lalu
Kekosongan melanda merayu-rayu
Ialah kisah tanpa sang pencerita.

Tidak ada komentar:

A. Mustofa Bisri A'yat Khalili Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Wachid B.S. Abi N. Bayan Abidah El Khalieqy Acep Syahril Acep Zamzam Noor Adi Toha Adrian Balu AF Denar Daniar Afrizal Malna Agus Manaji Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agus Sunarto Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Maltuf Syamsury Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Akhiriyati Sundari Akhmad Fatoni Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Ala Roa Aldika Restu Pramuli Alfatihatus Sholihatunnisa Alfiyan Harfi Ali Makhmud Ali Subhan Amelia Rachman Amie Williams Amien Kamil Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Andry Deblenk Anggie Melianna Anis Ceha Anjrah Lelono Broto Anna Subekti Aprinus Salam Ariandalu S Arieyoko Ksmb Arya Winanda As Adi Muhammad Asep Sambodja Atrap S. Munir Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar Badaruddin Amir Bakdi Sumanto Bambang Darto Bambang Kempling Bambang Widiatmoko Beni Setia Beno Siang Pamungkas Bernando J. Sudjibto Bernard S. Y. Batubara Binhad Nurrohmat Budhi Setyawan Budi Palopo Bustan Basir Maras Chairul Abhsar Chavchay Saifullah Cut Nanda A. D. Zaini Ahmad D. Zawawi Imron Dadang Afriady Dadang Ari Murtono Daisy Priyanti Daysi Priyanti Dea Anugrah Dea Ayu Ragilia Dedy Tri Riyadi Deni Jazuli Denny Mizhar Deny Tri Aryanti Desti Fatin Fauziyyah Dewi Kartika Dharmadi Diah Budiana Diah Hadaning Dian Hartati Didik Komaidi Dimas Arika Mihardja Djoko Saryono Dody Kristianto Dorothea Rosa Herliany Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwi S. Wibowo Edy Lyrisacra Effendi Danata Eimond Esya Eka Budianta Eko Hendri Saiful Eko Nuryono El Sahra Mahendra Ellie R. Noer Elly Trisnawati Emha Ainun Nadjib Endang Supriadi Endang Susanti Rustamadji Eny Rose Eppril Wulaningtyas R Esha Tegar Putra Esti Nuryani Kasam Etik Widya Evi Idawati Evi Melyati Evi Sefiani Evi Sukaesih Fadhila Ramadhona Fahmi Faqih Faizal Syahreza Fajar Alayubi Fanny Chotimah Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fati Soewandi Fatimah Wahyu Sundari Fauzi Absal Felix K. Nesi Fikri MS Fina Sato Firman Wally Fitrah Anugerah Frischa Aswarini Gampang Prawoto Ghaffur Al-Faqqih Gita Nuari Gita Pratama Goenawan Mohamad Gunawan Maryanto Gunoto Saparie Gus tf Sakai Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamid Jabbar Hari Leo Haris del Hakim Hasan Al Banna Hasan Aspahani Hasta Indriyana Helga Worotitjan Heri Latief Heri Listianto Heri Maja Kelana Herlinatiens Hudan Hidayat Hudan Nur Ibnu Wahyudi Ikarisma Kusmalina Ike Ayuwandari Ilenk Rembulan Imam S Arizal Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Iman Budi Santoso Imron Tohari Indah Darmastuti Indiar Manggara Indra Tjahyadi Indrian Koto Isbedy Stiawan ZS Iwan Gunadi Javed Paul Syatha Jibna Sudiryo Johan Khoirul Zaman Johannes Sugianto Joko Pinurbo Joko Saputro Jufri Zaituna Jusuf AN Kadek Wara Urwasi Kadjie Bitheng MM Kartika Kusworatri Kedung Darma Romansha Kika Syafii Kirana Kejora Kirdjomuljo Kurnia Effendi Kurniawan Junaedhie Kurniawan Yunianto Kusprihyanto Namma Kuswaidi Syafi’ie L.K. Ara Lailatul Muniroh Landung Rusyanto Simatupang Lela Siti Nurlaila Liestyo Ambarwati Khohar Lina Kelana Linda Sarmili Linus Suryadi AG Liza Wahyuninto Lubis Grafura Lutfi Mardiansyah M. Badrus Alwi M. Faizi Maghfur Munif Maghie Oktavia Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Maman S. Mahayana Maqhia Nisima Marcellus Nur Basah Mardi Luhung Marhalim Zaini Mario F. Lawi Marwanto Mas Marco Kartodikromo Mashuri Mathori A. Elwa Matroni el-Moezany Maya Mustika K. Mega Vristian Miftahul Abrori Mohammad Yamin Muhammad Ali Fakih Muhammad Rain Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muntamah Cendani Mustiar AR Mustofa W Hasyim Mutia Sukma Nadjib Kartapati Z Nanang Suryadi Nezar Patria Ni Made Purnama Sari Ni Made Purnamasari Ni Putu Destriani Devi Noor Sam Nunung S. Sutrisno Nur Iswantara Nur Lodzi Hady Nur Wahida Idris Nurel Javissyarqi Nurul Komariyah Nyoman Tusthi Eddy Nyoman Wirata Pariyo Adi Pringadi AS Pringgo HR Puisi-Puisi Indonesia Purwadmadi Admadipurwa Puspita Rose Putri Sarinande R. Toto Sugiharto Rachmat Djoko Pradopo Raedu Basha Ragil Suwarno Pragolapati Rakai Lukman Rama Prabu Ramadhan KH Raudal Tanjung Banua Remy Sylado Ribut Wijoto Rikard Diku Robin Al Kautsar Rozi Kembara Rudi Hartono Rusydi Zamzami S Yoga Sahaya Santayana Saiful Bakri Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Selendang Sulaiman Seli Desmiarti Sigit Sugito Sihar Ramses Simatupang Siska Afriani Sitok Srengenge Sitor Situmorang Slamet Rahardjo Rais Slamet Widodo Sosiawan Leak Sreismitha Wungkul Sri Harjanto Sahid Sri Jayantini Sri Setya Rahayu Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sumargono SN Suminto A. Sayuti Sunardi KS Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Sutirman Eka Ardhana Syifa Aulia Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Ranusastra Asmara Teguh Triaton Tengsoe Tjahjono Tharie Rietha Thowaf Zuharon Timur Sinar Suprabana Tita Maria Kanita Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Ulfatin Ch Umbu landu Paranggi Unieq Awien Usman Arrumy W. Haryanto W. Herlya Winna W.S. Rendra Wahyu Hidayat Wahyu Subuh Warih Wisatsana Wayan Sunarta Weni Suryandari Widi Astuti Wiji Thukul Winarni R. Y. Wibowo Yonathan Rahardjo Yosi M Giri Yudhi Herwibowo Yudhiono Aprianto Yurnaldi Yusri Fajar Yusuf Suharto Yuswan Taufiq Yuswinardi Zaenal Faudin Zainal Arifin Thoha Zamroni Allief Billah Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae